DCS || Diskominfo Co Working Space


MENILIK SALAH SATU RUANG PUBLIK ASYIK DI JOGJA ISTIMEWA


design pribadi menggunakan canva


Ah, Jogja itu memang never ending story in my life.
Baru sebut namanya, belum sampai menginjakkan kaki, udah bikin hati ayem tentrem. 
Perkembangan kota Jogja yang sangat cepat dan modern, membuat apapun yang kamu cari pasti ada di kota ini. Termasuk ruang ruang publik yang asyik dan menarik plus ramah di kantong, Jogjalah pusatnya. Setuju kan?
Itu kenapa jargon Jogja Istimewa masih menjadi favorit sampai saat ini.

Meskipun sekarang saya sudah jadi seorang ibu, umur juga udah gak bisa dibilang kinyis-kinyis lagi, tapi kalau sudah berada di Jogja itu rasanya jiwa menjadi muda terus, istimewa.


sumber foto: pixabay
Sejak menikah hampir 13 tahun yang lalu, saya meninggalkan Jogja untuk merantau bersama suami. Kini saat si Sulung menginjak SMP, dia melanjutkan sekolah di Jogja. Dari kota-kota yang kami lalui selama 13 tahunan ini, Jogja memang is the best. Pun di hati anak-anak.

Dan beginilah rutinitas kami saat ini. Jika jadwal menjenguk si sulung tiba, hati ini rasanya tak menentu. 


Rasa ingin terbang langsung untuk menemui buah hati yang ada di boarding school di Jogja. 
Mondok istilah kerennya. #eh,kebalik ya?

Pokoknya kalau sudah di Jogja, aura masa muda itu selalu terasa. Semangatnya, suasananya. Semuanya deh. Kadang jadi gak pede kalau mau sekedar melepas lelah (baca: nongkrong) di tempat yang kekinian di kota pelajar ini. Anak-anak muda Jogja itu keren keren banget. Mereka juga kreatif dan inovatif.


Padahal, sebagai ibu rumah tangga yang (mencoba) produktif, saya sedang menekuni dunia literasi. Dunia menulis. Membuat artikel-artikel untuk dimuat di laman website, atau sekedar curhat di blog, atau mencoba meneruskan naskah yang masih selalu menghantuiku untuk segera diselesaikan.
Maka kesempatan datang ke Jogja sangat membantu momwriter seperti saya ini merefresh hati dan pikiran sehingga bisa dapat ide dan ketemu mas ilham yang keren banget #eeeeh

Seperti contoh percakapan dengan teman saya ini, sesaat sebelum terbang menuju Jogja tercinta.


ilustrasi percakapan saya 
dengan seorang sahabat

Dan ternyata ajakan teman saya yang biasa saya pangil dengan sebutan “mak” itu keren banget lho. Saya di ajak ke sebuah co working space yang baru saja diresmikan di Jogja. 

Bolehlah emak merasakan “kerja kantoran” sejenak.

Ups, adakah yang belum tahu apa itu Co Working Space?
Yuk simak sebentar penjelasan di bawah ini.

Co Working Space? Tempat apakah itu?

Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman telah merubah paradigma “kantor”di kalangan para pekerja dan pebisnis. Era millenial membuka trend bekerja di mana saja dan kapan saja bagi seluruh kalangan.

CO WORKING SPACE = Area Kerja Bersama

Co working space menjadi salah satu jawaban dari perkembangan dunia komunikasi dan teknologi saat ini.


Kalau dulu, jika kita ingin membuka usaha maka kita harus punya ruangan untuk display barang dan stok barang. Tapi saat ini, dengan kecanggihan teknologi kita bisa berjualan melalui perangkat komunikasi atau gadget dan berbisnis secara online. Menjamurnya bisnis online  membuat banyak perusahaan-perusahaan start up di bidang industri kreatif digital tumbuh dan berkembang pesat. Start up ini biasanya  digawangi oleh anak-anak muda dalam merintis bisnisnya.

Dan tidak semua pengusaha online itu punya tempat representatif untuk bekerja, bertemu klien untuk meeting atau studio untuk membuat foto produk dan iklan digital. Nah, co working space menjawab kebutuhan para pelaku industri kreatif digital saat ini dengan menyediakan tempat selayaknya kantor bagi aktivitas mereka.

Para mahasiswa, para pebisnis, content creator, pekerja seni, bahkan ibu-ibu yang kini banyak merambah ke dunia bisnis rasanya cocok juga untuk melakukan aktivitasnya di sebuah co working space.

Co Working Space menjadi suatu inovasi dalam pemenuhan kebutuhan ruang kerja bagi siapapun.

DISKOMINFO CO WORKING SPACE (DCS)

Dan disinilah saya mencoba merasakan menjadi “orang kantoran” sejenak.
foto dokumen pribadi www.bundastory.com (dhika suhada)

Pemerintah kota Jogja sangat aware sekali dengan kebutuhan masyarakatnya.
Demi mendukung dan menumbuhkan produktifitas warga dan komunitas-komunitas kreatif yang ada di Jogja khususnya dalam bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi, maka Dinas Komunikasi dan Informatika atau yang biasa disebut Diskominfo DIY menyiapkan sebuah area khusus sebagai ruang publik bersama dengan fasilitas yang sangat lengkap. 
Area ini diberi nama “Diskominfo Co Working Space (DCS)”

Diskominfo Coworking Space (DCS) menjadi ruang kerja bersama yang aksesibel terutama bagi para komunitas dan pelaku kreatif digital.

Diskominfo Co Working Space ini baru saja diresmikan, tepatnya pada tanggal 24 Agustus 2018. Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh  Ir, Rony Primanto Hari MT selaku Kepala Diskominfo DIY, dan dihadiri pula oleh  Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu.

sumber foto:
http://diskominfo.jogjaprov.go.id/

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=bVFTye8-wCI

MAU TAHU APA SAJA FASILITAS DI DCS?





  • Ruang kerja bersama terbuka/ outdoor yang bisa digunakan untuk berdiskusi atau meeting secara santai.
  • Ruang kerja bersama indoor atau creative space, bisa digunakan untuk bekerja dan berdiskusi dengan suasana yang lebih formal, dilengkapi tujuh peralatan computer yang dapat digunakan secara gratis.
  • Ruang multimedia yang berupa studio kecil mini yang dapat dimanfaatkan untuk membuat animasi atau film pendek.
  • Ruang kelas dengan kapasitas 20 orang yang bisa digunakan untuk workshop atau mini seminar.
  • Ruang pertunjukan/ performance space untuk mereka yang ingin menggelar karyanya, membuat acara bedah buku, talkshow dan sejenisnya.
  • Ruang pertemuan
  •  Free WIFI
  • Ramah difabel

INI 5 ALASAN KENAPA KAMU HARUS KE DISKOMINFO CO WORKING SPACE




DCS ini mengusung konsep Inklusif, Aksesibel dan Open Space. Berada di DCS juga sangat menyenangkan karena akan memperluas jaringan kerja sama, didukung dengan fasilitas yang sangat memadai dan gratis.

Secara sederhana Inklusif dapat dimaknai bahwa ruang publik ini menjadi tempat yang terbuka bagi siapapun dan menerima berbagai bentuk perbedaan dan keberagaman yang ada, mulai dari gender, aneka profesi, strata sosial dan ekonomi, ilmu, bahkan termasuk adanya keberbedaan pada kemampuan fisik dan mental yang biasa disebut dengan difabilitas.

Sedangkan Aksesibel sesuai dengan artinya, diharapkan Diskominfo Co Working Space ini mudah didatangi dan dapat diterima seluruh masyarakat yang ada di Jogja pada khususnya.

Open Space yang disediakan DCS ini memberikan pengalaman tersendiri bagi para pengguna working space. Karena di tempat inilah mereka dapat beraktivitas bersama bahkan bertukar ide dan saling mendisplay karya.

Tidak ada suatu pekerjaan yang tidak membutuhkan Networking. Dengan beraktivitas di DCS kita akan bertemu dengan berbagai macam visi, misi dan latar belakang orang. Dari keberagaman tersebut, kita bisa menjalin hubungan sosial dengan banyak pihak. Siapa tahu mereka akan berpengaruh terhadap kesuksesan dan profesionalisme kerja kita.

"No bird soars too high if he soars with his own wings"
Tidak ada burung terbang terlalu tinggi bila ia terbang dengan sayap-sayapnya sendiri
-William Blake-

Beraktivitas di Diskominfo Co Working Space sangat ideal bagi para mahasiswa dan pelaku start up. Kenapa? Karena fasilitas lengkap yang ada di sini dapat digunakan secara gratis. Termasuk sambungan internetnya juga gratis alias FREE and FULL FACILITY.
Tapi ingatlah untuk selalu menggunakan semua fasilitas yang ada dengan cara smart dan bertanggung jawab ya!
Masak sih gawainya udah disebut smartphone tapi penggunanya gak smart? Malu dong ;)


Mengapa Konsep Inklusif dan Aksesibel ini diangkat oleh DCS?

Melihat kenyataan bahwa masih banyak orang yang memandang sebelah mata kepada para penyandang difabel (difabilitas) di negeri ini. Padahal di tengah keterbatasannya, ada potensi dari mereka yang dapat dimaksimalkan jika lingkungan sekitar mendukung sepenuh hati.

Inilah konsep mulia yang diusung DCS, sehingga ruang publik ini sangat ramah difabel, tidak seperti kebanyakan co working space di tempat lain.

foto dokumen pribadi
www.bundastory.com (dhika suhada)
Hal ini dibuktikan dari fasilitas dan desain interior maupun exteriornya yang sangat memudahkan dilalui oleh para difabel.
Desain jalan masuk menuju DCS dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan para difabel.
Perhatikan foto ini, ada handrail untuk membantu para difabel yang membutuhkan tumpuan saat berjalan. Perhatikan pula pondasi jalannya, disediakan jalan yang tidak bertangga agar mudah dilalui oleh kursi roda. 
Begitu pula dengan kamar mandi dan pintunya. DCS mendesain sedemikian rupa agar kursi roda bisa dengan mudah masuk di dalam ruangan-ruangan yang ada. Di ruang kelas juga disediakan meja khusus, sehingga diharapkan para difabel akan merasa nyaman berada di tempat ini. Hal ini tentunya akan mendorong semangat mereka untuk semakin aktif, kreatif dan produktif dalam berkarya.

Saya sempat kecelek karena datang di malam hari. Menurut petugas keamanan disana, sementara ini Diskominfo Co Working Space buka dari jam 08.00 – 16.00, setiap hari Senin sampai Sabtu. 
Semoga nantinya bisa dibuka sampai malam ya. Karena biasanya di waktu malam justru ide-ide itu mudah digali.# itu kalau saya sih. Hehehe
Pemandangan di waktu malamnya juga bagus lho. Rasanya sayang saja kalau jam buka DCS ini tidak diperpanjang.
Ini foto-foto saat malam saya ke sana.
Asyik ya suasananya ⌣
foto dokumen pribadi www.bundastory.com (dhika suhada)

foto dokumen pribadi www.bundastory.com (dhika suhada)

Keesokan harinya saya coba untuk datang lagi sesuai jam kerja yang telah diinformasikan.
Lokasi Diskominfo Co Working Space ini amat mudah ditemukan. Berada di dekat THR (Taman Hiburan Rakyat) dan terletak persis di samping kantor Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, yang beralamat di :
Jl. Brigjen Katamso, Keparakan,
Mergangsan, Kota Yogyakarta, 
Daerah Istimewa Yogyakarta 55131
Peta Diskominfo Co Working Space
sumber: google maps

Menyusuri satu demi satu bagian-bagian yang ada di Diskominfo Co Working Space. Semuanya terlihat sangat nyaman. Sungguh berbahagia sekali warga Jogja memiliki Co Working Space seperti ini.


Mungkin karena belum ada satu bulan sejak diresmikan, suasana di sini masih tampak lengang. Andai saja informasi keberadaan DCS ini sudah menyebar, saya pastikan ini akan menjadi Co Working Space terfavorit warga Jogja dan sekitarnya.

Oya, saya juga sempat mereferensikan tempat ini kepada saudara saya yang tinggal di Jogja.
Ini testimoninya.
dokumen pribadi
www.bundastory.com (dhika suhada)

 
Para mahasiswa, ibu-ibu, pebisnis, rekan-rekan difabel semua bisa memanfaatkan seluruh fasilitas di sini.
Dengan adanya co working space dari Diskominfo ini, semoga warga Jogja dan sekitarnya dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin fasilitas ini, sehingga mendukung kreativitas dan kemajuan anak bangsa.

Terima kasih DISKOMINFO DIY.
Sukses selalu Diskominfo Co Working Space
Yogyakarta
 Jogja memang Istimewa dan layak menjadi Jogja Smart Province


"Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Pagelaran TIK yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY" 


TANTANGAN HARI ke 10




Waaah, ternyata sudah masuk hari terakhir dari 10 Hari Tantangan Komunikasi Produktif bersama Anak. Rasanya? Hmmm, nano nano.

Jatuh bangun!

Meskipun sudah pernah merasakan jadi anak, 
tapi jadi orang tua yang memahami anak itu jauuuuuh lebih sulit.

Dan di hari ke-10 ini, posisi Bundo berjauhan sama si Adik. Adik ada di Makassar bersama Ayah, Bundo di Jogja jenguk kakak yang dapat jadwal perpulangan bulanan dari boarding schoolnya.

Ayah bilang, Adik sama sekali ga rewel meskipun gak ada bunda. Jam tidurnya bagus, moodnya bagus, semua berjalan aman.

Ayah nemenin Adik main segala macam. Mulai dari main pasir-pasiran, masak-masakan, mewarnai dan banyak lagi.

Makasih ayah. Dan kata ayah, dia gak youtube seharian kemarin.
Yeayyy ayah berhasil.
love love love


Bahkan saat Adik video call sama Bundo, adik bilang gini:

Adik : “Bundaaaa, Adek sudah mandi. Pake shampo. Pake sikat gigi. Odol rasa anggur. Haruuuum.”
Bundo : “Wah, hebat sekali. Harumnya sampai ke Jogja.”
Adik : “Bunda sudah mandi belum?”
Bundo : “Iya, ini Bunda baru mau mandi.”
Adik : “Handuk Bunda ketinggalan. Nanti gimana mandinya?”

Ahhh, so sweet si Adik ini. Handuk Bundo aja dia inget.

Terima kasih banyak buat Ayah.

Sungguh segala sesuatu yang berjalan di rumah ini akan terasa lebih mudah jika suami dan istri memiliki satu visi dan kekompakan.

 Love you


#hari10
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

TANTANGAN HARI KE-9 KOMUNIKASI PRODUKTIF

Gak terasa sudah sampai di hari yang kesembilan dari 10 hari Tantangan Komunikasi Produktif Bunda Sayang.
Dan hari ini Bundo harus meninggalkan anak-anak bersama si ayah di Makassar.
Besok hari perpulangan si Kakak nomor 1 yang sedang mondok di Jogja.
Dan ini jatah Bundo untuk tengok Kakak karena ayah sudah nengok di jadwal perpulangan yang sebelumnya.

Adik terlihat lengket dan manja sekali sama Bundo hari ini. Mainan minta ditemenin terus, pokoknya Bundo gak boleh keliatan diem sendiri.
Bahkan Bundo baru sempet packing 2jam sebelum keberangkatan ke Bandara.

Di perjalanan, dia seperti sedang mensugesti dirinya sendiri dengan kalimat-kalimat yang pernah kami sampaikan ke Adik.

Adik : "Bunda mau ke Jogja? Adek sama ayah di Makassar ya, Bun?"
Bundo : "Iya, Dek. Hebat-hebat ya sama ayah di rumah."
Bundo mulai melow niy, tapi mencoba menutupi biar si adek gak terbawa suasana.
Adik   : "Adek juga kangen Kakak, Bun"
--- bahasanya mulai diplomatis---
Bundo  : "Kakak juga pasti kangen Adik. Nanti kalau libur panjang kita sama-sama ke Jogja ya? Sekarang Adek temenin ayah dulu di Makassar."
--- Matanya mulai berkaca-kaca---
Adik  : "Tapi Adek mau ikut Bunda sekarang aja."
Bundo : "Oh Adek mau ikut sekarang? Kalau Adek ikut Bunda sekarang, belum ada tiketnya. Gimana kalau Adek tunggu dulu di sini sama ayah. Adek mau video call sama Bunda gak nanti?"
--- mulai sesenggukan ---
Bunda : "Adek anak yang hebat lho ini. Bunda kasih jempol 2 mau gak?"
---dia mengangguk-angguk---
Bunda  : " Senyum dulu tapi ya"
--- dan dia pun tersenyum manis sekali, menemani langkah Bunda yang mendekati pintu keberangkatan---

Baik-baik ya semuanya selama ditinggal Bunda.
Baru duduk di depan gate aja Bundo udah rindu serindu rindunya.

#hari9
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

GAME LEVEL 1 BUNDA SAYANG

DAY 8: 
She is so Amazing



Setelah hari ketujuh kemarin dilalui dengan drama penyesalan dari Bundo, di hari kedelapan ini Adik terlihat sangat berbeda. Ia menunjukkan empatinya yang penuh dengan kepolosan.

Kondisi Bundo masih kurang fit. Maunya istirahat aja di atas kasur. Dan bangun pagi ini Bundo dapat hadiah  pelukan dan ciuman super sweet dari Adik. Masya Allah, ini obat dari semua rasa letih dan demam yang melanda.

GAME LEVEL 1 BUNDA SAYANG :

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF




DAY 7 : MAAFKAN BUNDA, NAK



Hiks, hari ini jadi hari termelow sepanjang jalan kenangan.
Suatu saat kalau Adik baca blog ini, Bunda pengen bilang kalau Bunda sayang sekali sama Adik. Maafkan jika Bunda belum bisa sepenuhnya menjadi ibu yang sempurna buat Adik.
Termasuk karena kejadian pagi tadi.

TANTANGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF

DAY 6 : LIFE SKILL TRAINING






Wah, keren amat ini judulnya ya.
Tapi memang sepertinya Bundo harus kreatif bikin tema harian buat si Adik biar dia gak inget ama gadget and youtubenya terus.
Tugas Bundo bertambah deh. Gak cuma merencanakan menu masakan aja, tapi sekarang nambah perencanaan tema bermain harian bersama si Adik.
Gak papa lah, Namanya juga demi anak.
Anak pertama, kedua dan ketiga tentunya memiliki keunikan sendiri-sendiri. Cara mendampinginya pun akan berbeda satu dengan yang lain.

DAY 5 GAME LEVEL 1 BUNDA SAYANG

HARI KE-5 TANTANGAN BUNDA SAYANG : KOMUNIKASI PRODUKTIF

Yeayyy, hampir separuh jalan melalui tantangan level 1 di kelas Bunda Sayang. 

Hal yang menarik setelah lima hari berkomunikasi produktif bersama Adik adalah saat Adik dengan kesadaran penuhnya mulai melupakan teman-teman Youtube-nya.
Jujur memang belum secara full bisa lepas gak nonton Youtube dalam satu hari. Tapi setidaknya frekuensi menonton Adik sudah sangat berkurang.
Dan melted itu waktu dia bilang 

DAY 4 @Bunda Sayang IIP


Hari ke - 4 Tantangan Bunda Sayang: Komunikasi Produktif



Hai Bunds,
Sudah tahu kan kalau si Bundo ini sedang mengikuti tantangan 10 hari Bunda Sayang game level 1?
Ya, di Institut Ibu Profesional, kami sedang bermain-main sambil belajar bersama anak/pasangan.

Kali ini program Bunda Sayang yang Bundo ikuti membuat tantangan Komunikasi Efektif selama 10 hari.
Dan Bundo menggaet si bungsu untuk ikut dalam game ini.

Misi kami adalah : "Membuat kesepakatan dalam ber-Youtube bersama Adik"

HARI KE-3 TANTANGAN BUNDA SAYANG



Hari ke-3 Tantangan Bunda Sayang : Komunikasi Produktif, jatuh di hari Sabtu.
Dan ini artinyaaaa, tantangan akan semakin berat. 
Kenapa berattt? 
Karena hari Sabtu biasanya si Ayah mau agak “santai-santai” aja di rumah mumpung libur. Dan itu artinya, kalau si Ayah gak kuat mendengar rengekan dan rayuan si Adik untuk lihat Youtube, hmmm bisa gagal misi ini. huhuhu

Hari Kedua Komunikasi Produktif bersama Anak




TANTANGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF


Yess.
Alhamdulillah tantangan Komunikasi Produktif hari ke-2 ini berlangsung lebih smooth dari kemarin. Minim drama pokoknya mah ☺

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif - Bunda Sayang IIP


Well, seperti yang udah Bundo ceritakan di postingan kemarin tentang SUDAHKAH KITA BERKOMUNIKASI PRODUKTIF ? <<< klik di sini untuk baca postingan lengkapnya ya :)

Hari ini adalah hari pertama Bundo fokus untuk memperbaiki cara berkomunikasi dengan anak khususnya pada si bungsu yang umurnya sebentar lagi 4 tahun.

DAY         : 1
MISSION : Membuat kesepakatan menonton " YOUTUBE" bersama Adik

BUNDA SAYANG


Sudahkah Kita Berkomunikasi Produktif pada Anak?


Sering gak sih bun kita suka uring-uringan kalau pas lagi ngomong sama anak? Apalagi kalau bahasannya lagi serius dan mereka menanggapinya bagai angin lalu. Atau malah mungkin tanggapan mereka jauh dari yang kita bayangkan. Pernah gak?

Kadang orang tua maunya A, tapi belum tentu si Anak punya kemauan yang sama meskipun tujuan akhirnya berada di satu titik yang sama. 
Kalau hal ini terus terjadi, orang tua keukeuh, si anak juga keukeuh, lalu apa kata duniaaaa?

#MAKING INDONESIA 4.0 WITH SELISIK 2018

APA ITU “SELISIK” ? 



Sudah pernah dengar tentang SELISIK ?

SELISIK adalah agenda rutin yang digelar satu tahun sekali sebagai media bagi para praktisi dan akademisi se-Indonesia untuk berbagi ide dan pengalaman baru mengenai disiplin ilmu dibidang informatika dan telekomunikasi.