Featured Slider

Jendela360 : Partner Terpercaya Mencari Apartemen Ideal di Jakarta





Aih, lama gak muncul tau-tau si Bundo nongol ama capture-an chat beginian. Gak papa lah ya sekali-sekali berbagi obrolan ama pak cuami di blog ini. 

Ya, beginilah nasip anak perantauan. Selalu merindukan kesempatan untuk bisa kembali ke kampung halaman. Hampir 7 tahun kami merantau meninggalkan tanah Jawa untuk mendampingi tugas suami. Mulai dari anak satu sampai akhirnya sekarang sudah punya 3 anak. Alhamdulillah, 3 anak dengan tiga kota kelahiran yang berbeda :)

Setiap ada berita mengenai pembagian SK di kantor suami, kami para istri saling berharap-harap cemas. Ada yang ingin di pindah, ada pula yang berharap untuk tidak di pindah. Kami sendiri berharap sekali bisa kembali ke Pulau Jawa. 

parents hands. pic from pixabay

Dekat dengan keluarga besar, terutama dengan orang tua.
Masih teringat saat mudik lebaran kemarin. Betapa orang tua kami sudah terlihat semakin menua. Tangan yang dulu begitu kokoh memeluk kami, kini semakin melemah. Meskipun hangatnya dekapan mereka tak akan berubah sampai kapanpun.


Malu rasanya kami belum bisa berlama-lama berada di samping mereka, membalas budi baik mereka, mendampingi hari-hari tua mereka. Ingin sekali pada saat membuka Jendela, kami temukan rumah orang tua sudah ada di depan kami. Ahh, jadi mellow kalau sudah bicara tentang rindunya ingin berada di dekat orang tua. 
Mungkin yang pasukan anak rantau bisa merasakan dengan tepat bagaimana perasaan kami saat ini.,

Kembali ke chat dari suami malam ini membuat hati terasa galaw.  Bak percikan air di padang tandus . Harapan yang terkubur kembali menggeliat manja memenuhi asa. Tapi untuk berharap banyak pun rasanya aku tak sanggup.  Aku takut semua hanya hayalan semu. ( duh, romantis banget ya kata kiasannya).

Tapi beneran deh. Ada rasa takut untuk berharap, tapi ada rasa ingin semua menjadi nyata. Dan akhirnya teringatkan akan sebuah kalimat bijak 
“Allah itu sesuai prasangka hambaNya”
Kalau niatnya baik pasti akan mendapatkan jalan yang terbaik. 
Jadi mari kita berprasangka baik dan berfikiran positif saja. 
Toh tak ada salahnya menuruti permintaan suami.
Apalagi jaman sekarang kan sudah sangat maju. 
Mau cari informasi apapun tinggal buka gawai, klik sana klik sini. 
Langsung deh bisa berselancar dari jendela ke jendela di dunia maya.

picture from canva

Oya, dalam hal mencari property, ada beberapa point yang  harus diperhatikan. 
Sebagai kontraktor alias tukang ngontrak (rumah) selama 7 tahun di perantauan, tentunya kami sangat akrab (baca: berpengalaman) dengan urusan pilih memilih property sewa J

by dhika suhada for www.bundastory.com

Karena kantor pusat suami ada di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, rasanya akan sulit mendapatkan rumah sewa yang terjangkau di daerah tersebut. 
Hmm, bagaimana jika kita pilih apartemen? 

Tinggal di Apartemen sepertinya pilihan yang tepat bagi para pekerja kantoran ataupun pebisnis, karena biasanya lokasi apartemen itu berada di tengah kota atau di lokasi pusat aktivitas yang sangat strategis.

Selain lokasi apartemen yang strategis, fasilitas yang lengkap dan keamanan yang terjaga membuat apartemen menjadi daya tarik tersendiri bagi para pebisnis dan pekerja dalam memilih apartemen sebagai tempat tinggalnya.
Kalau memang pak suami mendapat SK dinas ke Jakarta, sebagai awalan sembari mencari rumah, kami sepertinya bisa tinggal di apartemen. 
Apartemen yang ideal bagi kami tentunya haruslah apartemen yang ramah anak, harga terjangkau dan unit dengan furniture yang baik.
picture from pixabay

Ternyata menemukan property yang ideal itu tak semudah membalikkan telapak tangan lho. Butuh ekstra waktu dan tenaga, bahkan biaya. Ini bahkan telah kami alami setelah hampir setiap tahun pindah rumah kontrakan. (huhuhu, kebayang gak sih betapa ribetnya pindahan rumah tiap tahun??) Perlu dilakukan survey terlebih dahulu, yang artinya harus meluangkan waktu dan tenaga untuk mengunjungi lokasi properti yang akan di sewa. Juga terkadang mengeluarkan ekstra biaya untuk memberi tips kepada mereka yang sudah membantu mencarikan rumah sewa untuk kita.

Nah, pas browsing internet saya menemukan link agen property yang cukup menarik perhatian. Taglinenya Sewa Apartemen Cepat dan Murah.


Jadi kepo deh sama agen property sewa apartemen yang satu ini. Namanya Jendela360.
Jendela360 ternyata adalah perusahaan startup di bidang property sewa apartemen di Jakarta.
tampilan website www.jendela360.com



bisa memilih lokasi yang diinginkan



hasil pencarian di lokasi yang diinginkan

Melalui Jendela360, kita akan dengan mudah mendapatkan informasi mengenai persewaan apartemen tanpa harus repot-repot survey kesana dan kemari.
Apalagi untuk orang yang belum familiar dengan lokasi yang dituju, atau orang yang berada jauh dengan lokasi yang diinginkan, kehadiran Jendela360 sangatlah membantu. Tak perlu membuang-buang waktu untuk survey langsung ke lokasi, karena informasi dari Jendela360 dapat diakses secara online dimana saja dan kapan saja.

Wah, memang Jendela 360 ini pilihan tepat juga buat kami yang sedang mencari-cari informasi Sewa Apartemen di Jakarta Selatan. Posisi kami saat ini ada di Makassar lho. 
Rasanya tidak mungkin kalau kami ke Jakarta hanya untuk lihat-lihat sewaan tempat tinggal, sedangkan SK pun belum turun. (eeeeeh, jadi terbayang-bayang SK lagi kaaan).



APA SIH YANG MEMBEDAKAN 
JENDELA360 dengan 
AGENT PROPERTY LAINNYA?


JENDELA360 menyajikan foto dengan kualitas terbaik,
detail dan representative dari unit-unit yang ditawarkan.







Semua unit yang ditawarkan sudah diverifikasi
dan ditampilkan secara transparan tanpa ditutup-tutupi.
Harga sewa dan informasi unit sangat lengkap dan terbuka.





Di Jendela360, calon penyewa dapat melakukan
kunjungan virtual tour ke lebih dari 3000 unit
apartemen secara online, seolah-olah seperti
berada di unit apartemen tersebut. Tanpa perlu bersusah payah,
setelah virtual tour, calon penyewajuga bisa melakukan
booking online pada unit yang dipilih
.

Jendela360 juga memfasilitasi pembayaran menggunakan CC,
sehingga calon penyewa dapat membayar sewa apartemen
secara bulanan ala kost-kost an (cicilan 0%)












Pembayaran bisa melalui channel-channel ini










Media Partner


















Oya, kalau kamu punya unit Apartemen pribadi yang ingin  disewakan, Jendela360 juga bisa jadi partner kamu loh. Mulai dari proses listing, fotografi property, sampai menerima kunjungan calon penyewa semua akan dikerjakan oleh tim Jendela360. Dan ini Free. 
Enak banget kan? 
Biaya beriklan di Jendela360 itu NOL RUPIAH alias GRATIS TIS TIS. 
Profit sharingnya juga oke punya. Kamu pasti untung dan gak pake capek kalau kerjasama dengan Jendela360.

Wah, program Jendela360 keren, kekinian, inovatif dan sangat terpercaya ya. 
Duh, Bundo ga sabar untuk bisa beneran sewa apartemen via Jendela360 ini.
Semoga SK pak suami segera keluar ya. Dan kami bisa segera kembali ke Pulau Jawa tercintaaaah.
Pokoknya, kalau ditanya kenapa harus partneran sama Jendela360?
Ini dia jawabannya.




Nah, buat yang udah baca curhatannya bundo kali ini, gimana? Udah semakin mengenal Jendela360 kan? Situs Penyewaan Apartemen Terbaik di Jakarta. 
Spesialisnya Sewa Apartemen.
Kalau ada teman, rekanan, sahabat, saudara atau justru kamu sendiri yang butuh tempat tinggal di Jakarta, coba deh Temukan Apartemen Ideal kamu di Jendela360.

See you in Jakarta yaaaa
(Aamiin Aamiin Aamiin)




DCS || Diskominfo Co Working Space


MENILIK SALAH SATU RUANG PUBLIK ASYIK DI JOGJA ISTIMEWA


design pribadi menggunakan canva


Ah, Jogja itu memang never ending story in my life.
Baru sebut namanya, belum sampai menginjakkan kaki, udah bikin hati ayem tentrem. 
Perkembangan kota Jogja yang sangat cepat dan modern, membuat apapun yang kamu cari pasti ada di kota ini. Termasuk ruang ruang publik yang asyik dan menarik plus ramah di kantong, Jogjalah pusatnya. Setuju kan?
Itu kenapa jargon Jogja Istimewa masih menjadi favorit sampai saat ini.

Meskipun sekarang saya sudah jadi seorang ibu, umur juga udah gak bisa dibilang kinyis-kinyis lagi, tapi kalau sudah berada di Jogja itu rasanya jiwa menjadi muda terus, istimewa.


sumber foto: pixabay
Sejak menikah hampir 13 tahun yang lalu, saya meninggalkan Jogja untuk merantau bersama suami. Kini saat si Sulung menginjak SMP, dia melanjutkan sekolah di Jogja. Dari kota-kota yang kami lalui selama 13 tahunan ini, Jogja memang is the best. Pun di hati anak-anak.

Dan beginilah rutinitas kami saat ini. Jika jadwal menjenguk si sulung tiba, hati ini rasanya tak menentu. 


Rasa ingin terbang langsung untuk menemui buah hati yang ada di boarding school di Jogja. 
Mondok istilah kerennya. #eh,kebalik ya?

Pokoknya kalau sudah di Jogja, aura masa muda itu selalu terasa. Semangatnya, suasananya. Semuanya deh. Kadang jadi gak pede kalau mau sekedar melepas lelah (baca: nongkrong) di tempat yang kekinian di kota pelajar ini. Anak-anak muda Jogja itu keren keren banget. Mereka juga kreatif dan inovatif.


Padahal, sebagai ibu rumah tangga yang (mencoba) produktif, saya sedang menekuni dunia literasi. Dunia menulis. Membuat artikel-artikel untuk dimuat di laman website, atau sekedar curhat di blog, atau mencoba meneruskan naskah yang masih selalu menghantuiku untuk segera diselesaikan.
Maka kesempatan datang ke Jogja sangat membantu momwriter seperti saya ini merefresh hati dan pikiran sehingga bisa dapat ide dan ketemu mas ilham yang keren banget #eeeeh

Seperti contoh percakapan dengan teman saya ini, sesaat sebelum terbang menuju Jogja tercinta.


ilustrasi percakapan saya 
dengan seorang sahabat

Dan ternyata ajakan teman saya yang biasa saya pangil dengan sebutan “mak” itu keren banget lho. Saya di ajak ke sebuah co working space yang baru saja diresmikan di Jogja. 

Bolehlah emak merasakan “kerja kantoran” sejenak.

Ups, adakah yang belum tahu apa itu Co Working Space?
Yuk simak sebentar penjelasan di bawah ini.

Co Working Space? Tempat apakah itu?

Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman telah merubah paradigma “kantor”di kalangan para pekerja dan pebisnis. Era millenial membuka trend bekerja di mana saja dan kapan saja bagi seluruh kalangan.

CO WORKING SPACE = Area Kerja Bersama

Co working space menjadi salah satu jawaban dari perkembangan dunia komunikasi dan teknologi saat ini.


Kalau dulu, jika kita ingin membuka usaha maka kita harus punya ruangan untuk display barang dan stok barang. Tapi saat ini, dengan kecanggihan teknologi kita bisa berjualan melalui perangkat komunikasi atau gadget dan berbisnis secara online. Menjamurnya bisnis online  membuat banyak perusahaan-perusahaan start up di bidang industri kreatif digital tumbuh dan berkembang pesat. Start up ini biasanya  digawangi oleh anak-anak muda dalam merintis bisnisnya.

Dan tidak semua pengusaha online itu punya tempat representatif untuk bekerja, bertemu klien untuk meeting atau studio untuk membuat foto produk dan iklan digital. Nah, co working space menjawab kebutuhan para pelaku industri kreatif digital saat ini dengan menyediakan tempat selayaknya kantor bagi aktivitas mereka.

Para mahasiswa, para pebisnis, content creator, pekerja seni, bahkan ibu-ibu yang kini banyak merambah ke dunia bisnis rasanya cocok juga untuk melakukan aktivitasnya di sebuah co working space.

Co Working Space menjadi suatu inovasi dalam pemenuhan kebutuhan ruang kerja bagi siapapun.

DISKOMINFO CO WORKING SPACE (DCS)

Dan disinilah saya mencoba merasakan menjadi “orang kantoran” sejenak.
foto dokumen pribadi www.bundastory.com (dhika suhada)

Pemerintah kota Jogja sangat aware sekali dengan kebutuhan masyarakatnya.
Demi mendukung dan menumbuhkan produktifitas warga dan komunitas-komunitas kreatif yang ada di Jogja khususnya dalam bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi, maka Dinas Komunikasi dan Informatika atau yang biasa disebut Diskominfo DIY menyiapkan sebuah area khusus sebagai ruang publik bersama dengan fasilitas yang sangat lengkap. 
Area ini diberi nama “Diskominfo Co Working Space (DCS)”

Diskominfo Coworking Space (DCS) menjadi ruang kerja bersama yang aksesibel terutama bagi para komunitas dan pelaku kreatif digital.

Diskominfo Co Working Space ini baru saja diresmikan, tepatnya pada tanggal 24 Agustus 2018. Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh  Ir, Rony Primanto Hari MT selaku Kepala Diskominfo DIY, dan dihadiri pula oleh  Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu.

sumber foto:
http://diskominfo.jogjaprov.go.id/

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=bVFTye8-wCI

MAU TAHU APA SAJA FASILITAS DI DCS?





  • Ruang kerja bersama terbuka/ outdoor yang bisa digunakan untuk berdiskusi atau meeting secara santai.
  • Ruang kerja bersama indoor atau creative space, bisa digunakan untuk bekerja dan berdiskusi dengan suasana yang lebih formal, dilengkapi tujuh peralatan computer yang dapat digunakan secara gratis.
  • Ruang multimedia yang berupa studio kecil mini yang dapat dimanfaatkan untuk membuat animasi atau film pendek.
  • Ruang kelas dengan kapasitas 20 orang yang bisa digunakan untuk workshop atau mini seminar.
  • Ruang pertunjukan/ performance space untuk mereka yang ingin menggelar karyanya, membuat acara bedah buku, talkshow dan sejenisnya.
  • Ruang pertemuan
  •  Free WIFI
  • Ramah difabel

INI 5 ALASAN KENAPA KAMU HARUS KE DISKOMINFO CO WORKING SPACE




DCS ini mengusung konsep Inklusif, Aksesibel dan Open Space. Berada di DCS juga sangat menyenangkan karena akan memperluas jaringan kerja sama, didukung dengan fasilitas yang sangat memadai dan gratis.

Secara sederhana Inklusif dapat dimaknai bahwa ruang publik ini menjadi tempat yang terbuka bagi siapapun dan menerima berbagai bentuk perbedaan dan keberagaman yang ada, mulai dari gender, aneka profesi, strata sosial dan ekonomi, ilmu, bahkan termasuk adanya keberbedaan pada kemampuan fisik dan mental yang biasa disebut dengan difabilitas.

Sedangkan Aksesibel sesuai dengan artinya, diharapkan Diskominfo Co Working Space ini mudah didatangi dan dapat diterima seluruh masyarakat yang ada di Jogja pada khususnya.

Open Space yang disediakan DCS ini memberikan pengalaman tersendiri bagi para pengguna working space. Karena di tempat inilah mereka dapat beraktivitas bersama bahkan bertukar ide dan saling mendisplay karya.

Tidak ada suatu pekerjaan yang tidak membutuhkan Networking. Dengan beraktivitas di DCS kita akan bertemu dengan berbagai macam visi, misi dan latar belakang orang. Dari keberagaman tersebut, kita bisa menjalin hubungan sosial dengan banyak pihak. Siapa tahu mereka akan berpengaruh terhadap kesuksesan dan profesionalisme kerja kita.

"No bird soars too high if he soars with his own wings"
Tidak ada burung terbang terlalu tinggi bila ia terbang dengan sayap-sayapnya sendiri
-William Blake-

Beraktivitas di Diskominfo Co Working Space sangat ideal bagi para mahasiswa dan pelaku start up. Kenapa? Karena fasilitas lengkap yang ada di sini dapat digunakan secara gratis. Termasuk sambungan internetnya juga gratis alias FREE and FULL FACILITY.
Tapi ingatlah untuk selalu menggunakan semua fasilitas yang ada dengan cara smart dan bertanggung jawab ya!
Masak sih gawainya udah disebut smartphone tapi penggunanya gak smart? Malu dong ;)


Mengapa Konsep Inklusif dan Aksesibel ini diangkat oleh DCS?

Melihat kenyataan bahwa masih banyak orang yang memandang sebelah mata kepada para penyandang difabel (difabilitas) di negeri ini. Padahal di tengah keterbatasannya, ada potensi dari mereka yang dapat dimaksimalkan jika lingkungan sekitar mendukung sepenuh hati.

Inilah konsep mulia yang diusung DCS, sehingga ruang publik ini sangat ramah difabel, tidak seperti kebanyakan co working space di tempat lain.

foto dokumen pribadi
www.bundastory.com (dhika suhada)
Hal ini dibuktikan dari fasilitas dan desain interior maupun exteriornya yang sangat memudahkan dilalui oleh para difabel.
Desain jalan masuk menuju DCS dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan para difabel.
Perhatikan foto ini, ada handrail untuk membantu para difabel yang membutuhkan tumpuan saat berjalan. Perhatikan pula pondasi jalannya, disediakan jalan yang tidak bertangga agar mudah dilalui oleh kursi roda. 
Begitu pula dengan kamar mandi dan pintunya. DCS mendesain sedemikian rupa agar kursi roda bisa dengan mudah masuk di dalam ruangan-ruangan yang ada. Di ruang kelas juga disediakan meja khusus, sehingga diharapkan para difabel akan merasa nyaman berada di tempat ini. Hal ini tentunya akan mendorong semangat mereka untuk semakin aktif, kreatif dan produktif dalam berkarya.

Saya sempat kecelek karena datang di malam hari. Menurut petugas keamanan disana, sementara ini Diskominfo Co Working Space buka dari jam 08.00 – 16.00, setiap hari Senin sampai Sabtu. 
Semoga nantinya bisa dibuka sampai malam ya. Karena biasanya di waktu malam justru ide-ide itu mudah digali.# itu kalau saya sih. Hehehe
Pemandangan di waktu malamnya juga bagus lho. Rasanya sayang saja kalau jam buka DCS ini tidak diperpanjang.
Ini foto-foto saat malam saya ke sana.
Asyik ya suasananya ⌣
foto dokumen pribadi www.bundastory.com (dhika suhada)

foto dokumen pribadi www.bundastory.com (dhika suhada)

Keesokan harinya saya coba untuk datang lagi sesuai jam kerja yang telah diinformasikan.
Lokasi Diskominfo Co Working Space ini amat mudah ditemukan. Berada di dekat THR (Taman Hiburan Rakyat) dan terletak persis di samping kantor Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, yang beralamat di :
Jl. Brigjen Katamso, Keparakan,
Mergangsan, Kota Yogyakarta, 
Daerah Istimewa Yogyakarta 55131
Peta Diskominfo Co Working Space
sumber: google maps

Menyusuri satu demi satu bagian-bagian yang ada di Diskominfo Co Working Space. Semuanya terlihat sangat nyaman. Sungguh berbahagia sekali warga Jogja memiliki Co Working Space seperti ini.


Mungkin karena belum ada satu bulan sejak diresmikan, suasana di sini masih tampak lengang. Andai saja informasi keberadaan DCS ini sudah menyebar, saya pastikan ini akan menjadi Co Working Space terfavorit warga Jogja dan sekitarnya.

Oya, saya juga sempat mereferensikan tempat ini kepada saudara saya yang tinggal di Jogja.
Ini testimoninya.
dokumen pribadi
www.bundastory.com (dhika suhada)

 
Para mahasiswa, ibu-ibu, pebisnis, rekan-rekan difabel semua bisa memanfaatkan seluruh fasilitas di sini.
Dengan adanya co working space dari Diskominfo ini, semoga warga Jogja dan sekitarnya dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin fasilitas ini, sehingga mendukung kreativitas dan kemajuan anak bangsa.

Terima kasih DISKOMINFO DIY.
Sukses selalu Diskominfo Co Working Space
Yogyakarta
 Jogja memang Istimewa dan layak menjadi Jogja Smart Province


"Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Pagelaran TIK yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY" 


TANTANGAN HARI ke 10




Waaah, ternyata sudah masuk hari terakhir dari 10 Hari Tantangan Komunikasi Produktif bersama Anak. Rasanya? Hmmm, nano nano.

Jatuh bangun!

Meskipun sudah pernah merasakan jadi anak, 
tapi jadi orang tua yang memahami anak itu jauuuuuh lebih sulit.

Dan di hari ke-10 ini, posisi Bundo berjauhan sama si Adik. Adik ada di Makassar bersama Ayah, Bundo di Jogja jenguk kakak yang dapat jadwal perpulangan bulanan dari boarding schoolnya.

Ayah bilang, Adik sama sekali ga rewel meskipun gak ada bunda. Jam tidurnya bagus, moodnya bagus, semua berjalan aman.

Ayah nemenin Adik main segala macam. Mulai dari main pasir-pasiran, masak-masakan, mewarnai dan banyak lagi.

Makasih ayah. Dan kata ayah, dia gak youtube seharian kemarin.
Yeayyy ayah berhasil.
love love love


Bahkan saat Adik video call sama Bundo, adik bilang gini:

Adik : “Bundaaaa, Adek sudah mandi. Pake shampo. Pake sikat gigi. Odol rasa anggur. Haruuuum.”
Bundo : “Wah, hebat sekali. Harumnya sampai ke Jogja.”
Adik : “Bunda sudah mandi belum?”
Bundo : “Iya, ini Bunda baru mau mandi.”
Adik : “Handuk Bunda ketinggalan. Nanti gimana mandinya?”

Ahhh, so sweet si Adik ini. Handuk Bundo aja dia inget.

Terima kasih banyak buat Ayah.

Sungguh segala sesuatu yang berjalan di rumah ini akan terasa lebih mudah jika suami dan istri memiliki satu visi dan kekompakan.

 Love you


#hari10
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

TANTANGAN HARI KE-9 KOMUNIKASI PRODUKTIF

Gak terasa sudah sampai di hari yang kesembilan dari 10 hari Tantangan Komunikasi Produktif Bunda Sayang.
Dan hari ini Bundo harus meninggalkan anak-anak bersama si ayah di Makassar.
Besok hari perpulangan si Kakak nomor 1 yang sedang mondok di Jogja.
Dan ini jatah Bundo untuk tengok Kakak karena ayah sudah nengok di jadwal perpulangan yang sebelumnya.

Adik terlihat lengket dan manja sekali sama Bundo hari ini. Mainan minta ditemenin terus, pokoknya Bundo gak boleh keliatan diem sendiri.
Bahkan Bundo baru sempet packing 2jam sebelum keberangkatan ke Bandara.

Di perjalanan, dia seperti sedang mensugesti dirinya sendiri dengan kalimat-kalimat yang pernah kami sampaikan ke Adik.

Adik : "Bunda mau ke Jogja? Adek sama ayah di Makassar ya, Bun?"
Bundo : "Iya, Dek. Hebat-hebat ya sama ayah di rumah."
Bundo mulai melow niy, tapi mencoba menutupi biar si adek gak terbawa suasana.
Adik   : "Adek juga kangen Kakak, Bun"
--- bahasanya mulai diplomatis---
Bundo  : "Kakak juga pasti kangen Adik. Nanti kalau libur panjang kita sama-sama ke Jogja ya? Sekarang Adek temenin ayah dulu di Makassar."
--- Matanya mulai berkaca-kaca---
Adik  : "Tapi Adek mau ikut Bunda sekarang aja."
Bundo : "Oh Adek mau ikut sekarang? Kalau Adek ikut Bunda sekarang, belum ada tiketnya. Gimana kalau Adek tunggu dulu di sini sama ayah. Adek mau video call sama Bunda gak nanti?"
--- mulai sesenggukan ---
Bunda : "Adek anak yang hebat lho ini. Bunda kasih jempol 2 mau gak?"
---dia mengangguk-angguk---
Bunda  : " Senyum dulu tapi ya"
--- dan dia pun tersenyum manis sekali, menemani langkah Bunda yang mendekati pintu keberangkatan---

Baik-baik ya semuanya selama ditinggal Bunda.
Baru duduk di depan gate aja Bundo udah rindu serindu rindunya.

#hari9
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

GAME LEVEL 1 BUNDA SAYANG

DAY 8: 
She is so Amazing



Setelah hari ketujuh kemarin dilalui dengan drama penyesalan dari Bundo, di hari kedelapan ini Adik terlihat sangat berbeda. Ia menunjukkan empatinya yang penuh dengan kepolosan.

Kondisi Bundo masih kurang fit. Maunya istirahat aja di atas kasur. Dan bangun pagi ini Bundo dapat hadiah  pelukan dan ciuman super sweet dari Adik. Masya Allah, ini obat dari semua rasa letih dan demam yang melanda.

GAME LEVEL 1 BUNDA SAYANG :

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF




DAY 7 : MAAFKAN BUNDA, NAK



Hiks, hari ini jadi hari termelow sepanjang jalan kenangan.
Suatu saat kalau Adik baca blog ini, Bunda pengen bilang kalau Bunda sayang sekali sama Adik. Maafkan jika Bunda belum bisa sepenuhnya menjadi ibu yang sempurna buat Adik.
Termasuk karena kejadian pagi tadi.

TANTANGAN KOMUNIKASI PRODUKTIF

DAY 6 : LIFE SKILL TRAINING






Wah, keren amat ini judulnya ya.
Tapi memang sepertinya Bundo harus kreatif bikin tema harian buat si Adik biar dia gak inget ama gadget and youtubenya terus.
Tugas Bundo bertambah deh. Gak cuma merencanakan menu masakan aja, tapi sekarang nambah perencanaan tema bermain harian bersama si Adik.
Gak papa lah, Namanya juga demi anak.
Anak pertama, kedua dan ketiga tentunya memiliki keunikan sendiri-sendiri. Cara mendampinginya pun akan berbeda satu dengan yang lain.