Featured Slider

UMROH BACKPACKER???



INI 5 HAL PENTING
YANG KAMU HARUS TAHU
TENTANG UMROH BACKPACKER



Bismillahirrahmanirrahim
Ulasan berikut adalah murni dari kacamata penulis yang baru saja menjalankan ibadah umroh mandiri (umroh backpacker), tanpa bermaksud riya’ ataupun  promosi. Mohon dapat diambil yang baik-baiknya saja ya.

Beberapa tahun belakangan ini mulai sering terdengar istilah umroh mandiri atau umroh backpacker. Kata UMROH memang selalu menjadi magnet bagi para kaum muslim. Baik bagi mereka yang sudah pernah merasakan langsung “kenikmatan” beribadah di Baitullah maupun yang belum pernah.


APA SIH SEBENERNYA UMROH BACKPACKER ITU?


Kalau biasanya nih, andaikata kita ingin pergi ke Luar Negeri, yang kita hubungi terlebih dahulu adalah para biro/travel perjalanan. Iya gak? Nanti mereka akan berikan informasi-informasi seputar negara yang ingin kita tuju, baik dari harga tiket, hotel, wisata dan lain-lainnya. Mereka juga biasanya punya paket-paket wisata yang sangat menarik untuk memudahkan calon wisatawannya.

Begitu juga dengan perjalanan ibadah umroh. Pergi ke Mekkah dan Madinah bukan perkara travelling saja. Ada unsur ibadah di dalamnya yang harus ditunaikan dengan sempurna. Biasanya, biro/travel perjalanan ibadah umroh akan menawarkan paket-paket perjalanan umroh yang di dalamnya sudah mencakup tiket pesawat, transportasi selama di tanah suci, konsumsi, akomodasi, itinerary dan pembimbing ibadah (muthowwif).


selalu di rindukan
di depan pelataran masjid Nabawi, Madinah

Biaya paket umroh yang ditawarkan dari tiap travel umroh akan berbeda-beda. Tergantung dari maskapai yang digunakan, hotel yang akan ditempati, berapa lama di tanah suci, kelengkapan perjalanan ( seragam, koper, tas, dan lain-lain).

Intinya sih, pergi umroh melalui biro/travel perjalanan umroh itu ya kita tinggal pilih paket, bayar dan duduk manis saja. Semua akan di handle oleh pihak travel.

Nah, kalau kita mau menghemat pengeluaran dalam perjalanan ibadah umroh ini, kita bisa lho ikut Umroh Mandiri atau sering juga dikenal dengan nama Umroh Backpacker.

Apa yang terbayang dibenak kalau kita bicara tentang backpacker?
Tidur di losmen? Naik bis umum? Makan di emperan?
Hmmm….
Dulu saya mikirnya juga gitu. Tapi ternyataaaaa…
Umroh Backpacker tidak semenakutkan itu, sahabat!
Bahkan kemarin kami di upgrade dari hotel bintang 3 ke hotel bintang 4.
Di Mekkah kami menginap di hotel Ramada, tinggal jalan lurus aja alhamdulillah sampai di Masjidil Haram.

Backpacker yang dimaksud di sini adalah mandiri dengan mengorganize keberangkatannya sendiri untuk menghemat biaya perjalanan. Perjalanan umroh backpacker ini tetap perjalanan yang legal dan aman sesuai aturan yang berlaku. Bahkan dengan umroh mandiri seperti ini, kepastian berangkat ke tanah suci lebih terjamin.

INI 5 HAL PENTING SEPUTAR UMROH BACKPACKER YANG HARUS KAMU KETAHUI


1. MASUK KE KOMUNITAS UMROH BACKPACKER DAN SEJENISNYA UNTUK DAPAT INFO TIKET MURAH
Kalau dapatnya tiket mahal hampir sama atau lebih tinggi dari yang ditawarkan travel perjalanan umroh, ya mending ikut travel itu aja. Gak usah Backpackeran. Tinggal setor dan duduk manis semua beres.
Sekarang banyak sekali komunitas yang mengusung konsep umroh mandiri seperti ini. Bisa browsing di Facebook, Instagram atau tanya Google ya untuk nama-nama komunitasnya. Pilih yang sudah banyak di review dengan tulus oleh para pengikutnya.
Dengan bergabung di komunitas, selain dapat info tiket murah, kita juga akan dapat banyak teman seperjuangan, yang siapa tau nanti akan jadi travelmate kita.

2. BEGITU DAPAT INFO TIKET MURAH DAN COCOK TANGGALNYA, JANGAN KELAMAAN MIKIR. LANGSUNG AMBIL!
Tiket promo biasanya tidak bertahan lama di peredaran. Kalau sudah niat mau berangkat umroh, trus dapet info harga tiket murah, lalu tanggalnya cocok (atau dicocok-cocokin), langsung issued.
Kita beli sendiri dulu tiketnya. Kan mau umroh mandiri. Iya kan?
Tapi biasanya, admin komunitas juga akan membantu kita kalau kita mau minta tolong dipesankan melalui mereka. Berpartnerlah dengan admin komunitas umroh mandiri tersebut.
Untuk awal Ramadhan, ada tiket promo start KL-Jeddah , finsh Jakarta Cuma 5,5 juta. Kalau memang sudah niat, sudah cocok, langsung dibeli aja tiketnya.
tiket promo umroh mandiri
dari salah satu komunitas umroh backpacker

Jadi, di umroh mandiri, dana yang kita keluarkan pertama kali hanyalah dana untuk beli tiket. Itu aja dulu. Dan tiket promo ini rata-rata untuk periode terbang beberapa bulan ke depan. Misal beli Januari, bisa jadi itu untuk jadwal terbang di bulan Agustus nanti. Dulu saya beli bulan April 2018 untuk jadwal terbang Desember.
Nah, kalau ala-ala penjual tiket, slogannya : “Segera amankan seat anda!”

3. SETELAH DAPAT TIKETNYA, MULAILAH MENYIAPKAN DANA PERJALANAN YANG LAINNYA.
Apa saja biaya perjalanan yang harus disiapkan?
Biaya ini biasa disebut dengan LA atau Land Arrangement.

contoh Land Arrangement umroh backpacker

LA kita setor ke pengurus komunitas umroh mandiri yang hendak kita jadikan partner di H-50. Satu bulan sebelum keberangkatan. Jadi masih banyak waktu untuk kita bisa menabung dulu.  Ini nih enaknya pake umroh backpacker. Kita masih sempay untuk nabung dulu.

Yang masuk di dalam LA sangat optional sekali. Tapi biasanya yang pasti termasuk dalam LA adalah biaya pembuatan visa, biaya hotel, biaya transportasi selama di tanah suci ( private bus/private car, driver, city tour), biaya muthowwif dan sudah termasuk juga jatah air zam zam 5L per orang.

Kebayang dong kalau kita pergi misal berduaan aja sama pasangan, trus sewa mobil sendiri di sana, atau kemana-mana sewa taksi pasti biayanya akan sangat mahal. Tapi kalau kita ikut komunitas, orang-orang yang beli tiket di tanggal yang sama bisa dikoordinir menjadi satu rombongan. Lalu sewa bis bareng-bareng, city tour bareng. Lebih hemat kan?

Itulah guna komunitas. Mereka hadir ibarat EO bagi perjalanan kita. Mereka partner perjalanan yang akan bantu menguruskan visa, mengatur itinerary dan menyiapkan LA.

4. MANASIK UMROH MANDIRI
Komunitas umroh backpacker biasanya juga menyelenggarakan manasik umroh seperti halnya travel agent umroh lainnya. Hanya saja, karena calon jamaah umroh di komunitas seperti ini tersebar dari sabang sampai merauke, mungkin saja manasik tidak diadakan di kota kita.
Lalu bagaimana?
Belajar mandiri ya. Persiapkan ibadah umroh kita sebaik-baiknya. Dengan belajar melalui guru ngaji terdekat, melalui youtube, melalui buku-buku panduan umroh dan haji. Asal ada niat di situ ada jalan.
Dan jangan khawatir, di tanah suci nanti kan tetap ada pembimbingnya, jadi insya Allah ibadah akan berjalan lancar.

5. TRAVELLING MANDIRI
Persiapkan diri untuk traveling mandiri. Biasanya, tiket promo umroh banyak yang start dari Kuala Lumpur atau Singapore. Kita udah harus berani untuk pergi sendiri ke negara yang jadi meeting point kita. Manage waktu dengan baik agar tidak ada kata ketinggalan pesawat. Bila perlu menginaplah sehari sebelumnya di negara tempat meeting point kita bersama rombongan.
Bertemu dengan sebagian rombongan di meeting point: bandara KL.
Setelah ini kita akan bersama-sama dalam perjalanan umroh mandiri

Untuk yang jiwa travelingnya tinggi, ini seru loh. Kamu akan tau bagaimana alur check in di keberangkatan internasional, lalu antri di imigrasi, sampai nanti mendarat di negara tetangga. Gak ada salahnya juga untuk meluangkan waktu eksplore keindahan setempat, meski hanya sekedar foto di bawah petronas atau berlatar merlion.
sempatkan jalan sejenak di KL,
naik kereta dari kl sentral ke klcc buat foto di petronas

Oya, ingat-ingat tentang bagasi ya. Kalau kamu menggunakan pesawat Saudia, kamu akan dapat jatah bagasi 2x23. Artinya kita bisa bawa bagasi seberat 46kg, tapi harus dalam 2 tas yang maksimal 23kg/tas nya. Gak boleh 1 tas isinya 25 kg, satu tasnya lagi 21kg. Atau cuma satu koper tapi langsung isinya 30kg. Jadi perhatikan bener-bener bagasi kalian. Karena bisa jadi kita akan check in sendiri nantinya. Di bandara ada kok fasilitas timbangan koper yang bisa dipakai umum dan gratis.
Namanya juga backpacker,
perhatikan barang bawaannya sendiri
meskipun ada tim handling yang akan membantu

Untuk air zam-zam, kalau kamu sudah keluar Jeddah, lalu kembali lagi transit di Jeddah, maka berat dan kuantitas air zam-zam dihitung sebagai bagasi. Contoh, setelah umroh lanjut ke Turki. Pas Jeddah-Istanbul air zam-zam free. Tapi saat mau dari Istanbul ke Jakarta (transit Jeddah), maka air zam zam sudah dihitung sebagai bagasi baik secara berat maupun kuantitasnya.



Untuk kepulangannya, juga harus diingat. Tiket endingnya dimana. Kalau di CGK (JKT) berarti kita harus perhitungkan juga ekstra bagasi dr JKT - kota asal kita. Karena penerbangan domestik biasanya hanya menggratiskan 20 kg saja untuk bagasi. Sisanya harus dibayar per kg sesuai aturan yang berlaku. Bahkan sekarang ada beberapa maskapai yang tidak menyediakan layanan bagasi secara cuma-cuma. Jadi harus benar-benar diperhitungkan masalah bagasi ini ya agar gak ada kebocoran dana.

Satu lagi, masalah tiket pulang. Pastikan estimasi waktunya. Misal penerbangan kita direncanakan akan mendarat di CGK (Jakarta) pukul 18.00 wib. Jangan nekat dengan membeli tiket di hari yang sama. Karena kita gak pernah tau, apakah pesawat yang nanti akan kita tumpangi itu benar-benar berangkat on schedule atau delay. Lain halnya kalau jadwal mendarat jam 06.00. Kita masih bisa pesan tiket di hari yang sama tapi setidaknya ada jarak di atas 8 jam dari jadwal kedatangan.

Alhamdulillah sampai Jogja lagi.
Abaikan koper kami yang beranak pinak

Wah, sepertinya sudah cukup banyak informasi tentang umroh backpacker ini ya. Foto-foto selama perjalanan umroh kemarin bundo upload di instagram. Silahkan follow instagram : @dhika_suhada . Untuk ngobrol lebih jauh tentang umroh backpacker silahkan tinggalkan komen di bawah ini. Insya Allah dijawab semaksimal mungkin.

Semoga  semakin memudahkan kita untuk menjadi tamu Allah. 
Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. 
Satu kata kuncinya adalah yakin. Yakin bahwa niat baik akan mendapat jalan terbaik.

Bismillah

Salam rindu Ka'bah
    Bunds Dhika










WISUDA SARJANA XIII SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BANDUNG


STTB MELAHIRKAN BIBIT UNGGUL PRODUKTIF DI BIDANG TEKNOLOGI




Sabtu, 8 Desember 2018 menjadi momen penting bagi segenap civitas akademika dan keluarga besar Sekolah Tinggi Teknologi Bandung. Pada hari itu, puncak kerja keras selama menuntut ilmu digelar secara sakral dan sangat membanggakan dalam perhelatan WISUDA SARJANA XIII SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BANDUNG.


Sekolah Tinggi Teknologi  Bandung atau yang biasa disebut STTB hadir sebagai salah satu perguruan tinggi di kota Bandung yang mencetak mahasiswa berdaya saing dan unggul di bidang Teknologi.

Kehadiran STTB  sebagai “Your Partner to Global Competition” semakin terbukti dengan pencapaian yang diraih STT Bandung pada tahun 2018 ini. 


Melalui Wisuda Sarjana yang ke-13, STTB melahirkan 183 orang wisudawan  yang terdiri dari 106 Sarjana  Teknik Industri dan 77 Sarjana Teknik Informatika. Sehingga jika dihitung keseluruhan, STTB telah meluluskan 1.355 sarjana hingga saat ini. 

Diharapkan pada tahun 2022: STTB Go University
Hal ini selaras dari informasi yang disampaikan oleh ketua STTB, bapak Muchammad Naseer, S.Kom., M.T. saat memberi sambutan di pembukaan acara wisuda.


Menilik Acara Wisuda XIII STTB yang diselenggarakan di Harris Hotel & Conventions Bandung, ternyata banyak sekali bibit unggul berdaya saing tinggi yang dilahirkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Bandung.




Sebagai Wisudawan Terbaik pada angkatan kali ini diraih oleh:
SRIKANTI ASTUTI, ST dari program studi (prodi) Teknik Industri dan IIN INDRAYANI, S.Kom dari prodi Teknik Informatika.

STTB juga membuka jalan bagi para mahasiswanya untuk bisa berperan aktif di dalam maupun luar negeri. Terbukti dengan diterimanya para mahasiswa dalam program magang di Taiwan yang konon katanya mendapatkan gaji 4 kali lipat dari UMR kota Bandung. Karya mahasiswa juga ditampilkan di Korea.

Salah satu karya teknologi mahasiswa STTB adalah dengan membuat games berbasis android untuk deteksi penyalah gunaan napza. Ada pula karya mahasiswa yang mengambil studi kasus ruang kelas STTB, di mana melalui alat semacam smartphonepengaturan lampu dan suhu ac berjalan secara otomatis menyesuaikan kebutuhan ruangan dan orang yang hadir dalam ruanagn tersebut. Sangat inovativ bukan?

Tidak hanya di bidang teknologi, STTB juga memiliki mahasiswa penyandang disabilitas yang sangat berprestasi di bidang olah raga. Tina Sri Handayani, mahasiswa Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Bandung. Ia terjun pada event Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) V 2018 yang diselenggarakan di Stadion Pakan Sari Cibonong, Bogor beberapa waktu yang lalu. Tina berhasil mempersembahkan Medali Emas pada cabang olahraga Lari 200M, Medali Perunggu pada cabang olahraga Lari 100M dan Medali Perak di cabang olahraga Lompat Jauh.
Dan dalam kesempatan kali ini , Tina Sri Handayani, S.Kom menjadi pembicara mewakili para wisudawan.


Dalam Wisuda XIII Sekolah Tinggi Teknologi Bandung kali ini juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Mr. Cyrille Schwob, APAC Head of Research and Technology Development at Airbus, yang datang dari khusus ke STTB dari kantor pusatnya di Singapore.

Selain itu ditandatangani pula MoU dengan Universitas Nasional PASIM, Bank Sampah Bersinar, PT POS, PT SLU, CMYK, dan HUNGCI Taiwan. 
Program MoU dengan Bank Sampah bersinar, STTB dan Bank Sampah Bersinar mengharapkan para mahasiswa dapat membiayai kuliahnya sendiri dr tabungan sampah. Sebuah program kerjasama yang sangat unik, kreatif dan inovativ.

Hanya butuh 45 hari bagi alumni untuk produktif setelah lulus


Dari acara WISUDA XIII SEKOLAH TINGGI  TEKNOLOGI BANDUNG ini, STTB semakin menunjukkan eksistensinya. Sehingga tak berlebihan jika kita mengapresiasi atas semua keberhasilan yang telah dicapai STTB, juga kepada para wisudawan wisudawati yang baru saja di sahkan menjadi para ahli di bidangnya. 

Bravo SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BANDUNG

WANITA, SANG MUTIARA PERADABAN



 HIDUPKU MEMBERI INSPIRASI


Bunds, ngerasain banget kan kalau hidup itu bak roller coaster. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang menyenangkan, kadang menyakitkan. Kita tak bisa luput dari kejadian suka dan duka, bahagia dan luka, sukses dan gagal juga sehat dan sakit yang menghampiri hidup.
Sayangnya, masih banyak dari kita, bahkan diri ini sendiri yang sering terbuai dengan nikmatnya hidup. Sehingga saat ada sedikit saja masalah datang menghampiri, maka hati ini akan merasa sangat terbebani. #selfreminder


Dilahirkan sebagai seorang perempuan, tumbuh menjadi seorang wanita, lalu menyandang gelar sebagai istri dan ibu, sejatinya adalah garis hidup kaum hawa. Hingga terkadang kita harus mengubur mimpi-mimpi masa muda, mengubah standart dan prioritas diri demi menjalani “jabatan” ini.
Karena setinggi apapun jabatan wanita di luar rumah, dia tetaplah seorang istri yang harus tunduk pada suami, dan seorang ibu, tempat dimana anak-anak melabuhkan jiwa dan raganya.

Ibu… Ibu.. Ibu…

Ibu adalah guru yang pertama dan utama bagi anak-anaknya.
Dari tangan ibu akan lahir generasi terbaik yang akan mengisi peradaban.
Sehingga berbanggalah kita sebagai wanita, karena menjadi salah satu bagian penting dalam membangun peradaban dunia. Itu mengapa wanita juga sering disebut sebagai Tiang Negara. Karena kita akan melahirkan anak-anak penerus bangsa.

Wah, sebegitu besarnya ya ternyata “tugas seorang ibu”. Sayangnya, untuk hal besar seperti ini, masih banyak para wanita yang tidak menyadari keistimewaan dirinya.
Gak perlu jauh-jauh deh. Kadang diri ini juga masih sering mengeluh tentang letihnya mengasuh anak, lelahnya menjaga rumah dan jenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Sehingga tanpa sadar kita “abai” terhadap hak anak, hak suami.

“Ahh, bundo terlalu idealis nih. Kita kan juga punya hidup sebagai seorang pribadi yang utuh. Gak melulu hidupnya urusin anak, dapur, sumur, kasur aja!”

Yesss. Bener banget!
Kita tetaplah sosok perempuan yang juga memiliki hak atas kehidupan pribadinya sendiri. Tapi bukankah hidup itu ada tujuannya?

Hmmm, 
Pernah dengar nama Dewi Sartika kan, Bunds?
Beliau adalah Pahlawan Nasional perintis pendidikan wanita.
Ternyata kegelisahan kita ini sudah beliau rasakan sejak tahun 1904 lho.  Sekitar 115 tahun yang lalu. Bayangkan!
Pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika mendirikan sekolah yang bernama “Sekolah Istri” di pendopo Kabupaten Bandung.
Sekolah Istri? Iya, sekolah untuk para perempuan. 
6 tahun kemudian sekolah ini berganti nama menjadi “Sekolah Kaoetamaan Istri” dan di relokasi ke Jalan Ciguriang, Bandung. Sekolah ini kemudian berkembang sehingga bisa mencapai ke kota dan kabupaten lainnya. 
Pada Desember 1929, “Sekolah Kaoetamaan Istri” berganti nama menjadi “Sekolah Raden Dewi”. Sesuai dengan nama pendirinya, Dewi Sartika.
sumber: wikipedia

Bayangkan bu-ibu, 115 tahun yang lalu saja seorang Dewi Sartika telah paham betapa vitalnya posisi seorang wanita di dalam kehidupan ini. 
Amat sangat terinspirasi dari nilai-nilai perjuangan Ibu Raden Dewi Sartika
Bak mutiara, wanita adalah mutiara dari peradaban.
Sehingga berbanggalah kita menjadi seorang wanita dan menjadi seorang ibu. Kita bukan “hanya sekedar” ibu rumah tangga. Selain peran domestik di dalam keluarga, kita tetap bisa  berkarya dan berdaya bagi sekeliling kita seperti yang telah dicontohkan ibu Dewi Sartika.

Jika kita ingin menjadi guru terbaik bagi anak-anak, maka jangan pernah malas untuk terus belajar. Karena menjadi ibu memang tidak ada ilmu pastinya, tidak ada sekolah formalnya, maka kita bisa belajar di mana saja. 

Dengan kemajuan jaman dan teknologi seperti ini, kita bisa bergabung dengan komunitas-komunitas perempuan untuk bisa semakin memberdayakan diri ke arah yang lebih positif dan bermanfaat. Kita bisa saling berbagi ilmu untuk diambil kebaikannya dalam mendidik anak dan menjalani hari sebagai seorang wanita.

Adalah hal yang wajar jika seorang wanita merasa lemah dan lelah dalam menjalani perannya sehari-hari. Kehilangan semangat di tengah rutinitas, merasa down, stuck, jenuh, hopeless sangatlah wajar. Tapi harus diingat, kita harus cepat move on


Lalu bagaimana bisa MOVE ON ketika menghadapi “kelelahan hati” ?

Baca dan praktekkan tips berikut ini ya ⌣

1. Ketika rasa lemah itu datang, yakinlah itu cara Tuhan memperingatkan kita untuk kembali ke jalan Nya. Mendekatlah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai mahluk yang beragama, maka kita harus percaya bahwa tidak ada satu masalah pun di dunia ini yang tidak dapat diselesaikan, selama kita selalu melibatkan Allah dalam langkah kita.

2. Ketika motivasi dari dalam diri mulai menipis, carilah sumber – sumber inspirasi di luar sana. Caranya? Bisa dengan membaca buku, mendengarkan kajian atau sharing, belajar hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman.

Motivasi adalah pendorong, inspirasi adalah penarik   (Natalie DeBruin)
3. Ketika hati sudah kembali menguat, jadilah sumber inspirasi bagi orang lain.
Jadilah penyebar kebaikan, perbanyak memberi dan perbanyak syukur.

Tidak perlu menjadi seorang motivator untuk bisa berbagi inspirasi kepada orang lain.
Tidak perlu sempurna untuk menginspirasi orang lain. Biarkan orang terinspirasi bagaimana kamu mengatasi ketidaksempurnaanmu.

Terasa gak sih, kalau kita ini diberi kelemahan agar bisa berbagi dengan orang lain?
Dan dari situlah hidup ini memberi inspirasi.


Salah satu saat yang paling membahagiakan dalam hidup adalah ketika kamu menemukan segala kebaikan dirimu dan suami ada pada anak-anakmu, dan tak satupun keburukan kalian ada pada mereka.
Yuk, sekarang kita harus lebih semangat dalam menjalani hari sebagai seorang wanita. 
Ingat, kita adalah MUTIARA PERADABAN
Ayo ambil keteladanan dari ibu Dewi Sartika dalam menjadi seorang wanita yang tangguh, bermartabat dan bermanfaat.
Teruslah berbuat baik, teruslah belajar berbuat baik, teruslah menebar kebaikan, agar HIDUPKU MEMBERI INSPIRASI.





Catatan kecil :
Tulisan ini dibuat untuk menyemarakkan 134 tahun peringatan Hari Dewi Sartika. 
Terinspirasi dari nilai-nilai perjuangan Ibu Raden Dewi Sartika.

Karena Bundo belum berkesempatan melihat langsung peninggalan ibu Dewi Sartika yang mayoritas ada di Bandung, jadilah hari ini Bundo menelusuri kota Jogja untuk mengabadikan nama Jalan Dewi Sartika di tulisan ini.

Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.
 (Ir.Soekarno , 10 November 1961)

Maka izinkan sedikit coretan ini menjadi inspirasi para wanita dalam segala perannya untuk menjadi Mutiara Peradaban, seperti Dewi Sartika.

#DewiSartika
#pahlawanwanita
#pahlawandarijawabarat

Tema BLOG yang ter-FAVORIT



Hai bunds. Apa kabarnya? Pripun kabare? Aga Kareba?
Hawanya abis harpitnas kemaren pasti tambah semangat kaaan?
Nah, kalau kemarin bundo undah sedikit bercerita tentang “Kenapa Menulis Blog”, sekarang kita ngobrol-ngobrol santai yuk tentang Tema Blog.

Bunds tau gak kalau tema dan topik yang diusung di sebuah blog biasanya disebut Niche?
Hmm, kalau di dunia musik mungkin mirip sama sebutan “genre” kali yah.


Nah, sebagai pembaca blog, apa sih tema yang biasanya para bunda sukai?

KENAPA MENULIS BLOG? Ini ceritaku ^_^


Hai Bunds. Pernah denger fakta berikut ini ?


Sebagai kaum hawa, wanita itu perlu menyalurkan kata-kata sekitar 20.000 kata per hari.
Dan jumlah ini adalah 13 ribu kata lebih banyak dibandingkan kaum adam. 
Para pria hanya perlu mengeluarkan sekitar 7ribu kata saja per harinya.


Jika pria telah menghabiskan jatah 7ribu kata perharinya, maka setelah itu ia akan banyak diam. Sedangkan wanita yang belum menghabiskan jatah 20.000 kata, biasanya akan terus berbicara mengikuti aktivitasnya.
Bayangkan bunds, 20ribu kata per hari.
Wooow banget ya kita J

Nah, untuk ibu rumah tangga seperti bundo ini, yang waktu sehari-harinya lebih banyak dihabiskan di rumah, pasti perlu penyaluran kata secara positif. Karena kalau sampai salah pergaulan, eh penyaluran hasrat berbicara, bisa-bisa yang keluar dari mulut ibu adalah ucapan-ucapan yang buruk.

Bukankah ucapan seorang ibu itu adalah doa?

Untuk menjaga niat tersebut, maka bundo cukup tahu diri untuk mencari solusi. Bukan dengan ngerumpi di sana dan di mari, bukan nongkrongin akun gossip terus ikut-ikutan komentar segala macam (yang kita sendiri gak tau dimana kebenarannya), bukan juga ngikutin berita politik karena itu jelas-jelas bukan dunia bundo.
Salah satu cara agar tetap bisa melepaskan energi kata-kata secara positif adalah dengan menulis.

Yes, bunds! Menulislah.

Saat suami dan anak-anak sudah sibuk beraktivitas sendiri-sendiri, otomatis bundo gak ada teman ngobrol. Kalau dulu jaman masih gadis sukanya nulis diary, sekarang sudah ibu-ibu nulisnya di blog donk. Biar bundo bisa jadi bagian dari generasi millenials yang membanggakan buat anak cucunya #eaaaa.

BLOG? APA SIH BLOG ITU?

Setahu bundo, blog adalah singkatan dari web log. Yaitu, aplikasi web yang memuat tulisan-tulisan. Dan orang yang membuat tulisan atau konten di blog disebut nara blog atau blogger. Sedangkan aktivitasnya dalam menulis, mempublikasikan, mempromosikan dan berkunjung ke blog lain disebut blogging.

WHY BLOGGING?

Banyak latar belakang yang memicu orang terjun ke dunia per-blog-an. 
Kalau bundo sendiri sih awalnya hanya karena ingin menghabiskan jatah kata per hari dengan positif dan bertanggung jawab.
Duluuu, awal kenal blog, idenya masih mentah banget. Pakenya masih platform gratisan. Isinya curhat curhat tipissss. Hehehe.
Tapi lama kelamaan, seiring kedewasaan bundo #ups , blog yang sekarang ini lebih sedikit berbobot dan belajar dikelola secara lebih profesional.

BUAT APA SERIUS NGE- BLOG?

Setahun terakhir ini bundo berusaha serius mengelola www.bundastory.com.
Awalnya belajar otodidak melalu tutorial-tutorial di media sosial maupun dari buku-buku mengenai blog. Lalu ikut kelas-kelas online mengenai blog dan kepenulisan. Akhirnya rajin tanya sana tanya sini dan ketemu  deh dengan komunitas blogger di dunia maya.

Bergabung dengan mereka, membuat bundo merasa “Nulisnya gak boleh gini-gini aja!”
Mulai men”scale-up” diri, yuk.
Dari blogger dasteran jadi blogger ketjeh. Meskipun sampai detik ini masih galau dengan niche yang mau diusung, tapi show must go on. Hidup gak boleh flat kan? Menjadi seorang ibu juga gak boleh gitu-gitu aja. Harus bisa menyesuaikan jaman.

So, Teruslah bergerak! Terus menulis! dan Terus belajar!

Manfaat Nge-BLOG

Ternyata belajar serius di dunia blog membuka banyak sekali wawasan dan peluang. Ada kesempatan kerjasama dengan perusahaan besar maupun instansi pemerintah, ada ilmu baru yang bisa bundo kuasai selain ngafalin bumbu dapur (becanda ahh), ada peluang usaha jadi penyedia artikel, dan masih banyak lagi.
Sssst, ini baru belajar serius lho ya, belum serius beneran!
salah satu hasil tulisan kerjasama
dengan kemendikbud

Bundo juga sering mencoba ikut lomba blog sebagai ajang tolok ukur. 
Alhamdulillah pernah menang, meskipun masih sering juga kalahnya.
Ehhh, bundo kalah koq bangga sih?
Ya iyalah,

Kalah itu adalah kemenangan yang tertunda.Dari kekalahan, kita belajar banyak hal.
Kita jadi tahu di mana kekurangan kita.
Kalau udah tau dimana letak kurang dan salahnya, jangan lupa untuk selalu upgrade diri agar bisa memperbaikinya.
Gimana? Setuju gak ? Setuju kaaaan?

Ini salah satu hasil dari lomba Blog September kemarin :)




Nah, buat para bunda yang baca tulisan ini, buat para ibu rumah tangga khususnya, yuk kita habiskan jatah kata kita dengan menulis. 

Coz every bunds need a home to talk

Mulai saja dulu dari menuliskan hal yang ringan, sambil berproses jika memang ingin ke arah yang lebih professional. Tapi inget ya, kalau misal lagi nulis curhatan, jangan sampai buka aib keluarga maupun orang lain di blog kita. Kalaupun itu perlu diceritakan ke penjuru dunia, niatkan itu sebagai berbagi pengalaman. Jadi harus ada solusi dalam curhat yang disampaikan.

Karena apa yang kita tulis akan menjadi sejarah.

Ukirlah sejarahmu seindah mungkin.
Agar anak cucu kita akan selalu menyematkan senyum dan doa terbaiknya untuk kita. Meski kelak raga tlah tiada.

With Love,
Bundo DK



 #bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018