MENYAPIH *episode2*

Tentang :
SOUNDING DAN SUSU PENGGANTI


Kembali ke bahasan menyapih ya bun J
   Kali ini tentang persiapan menyapih yang biasa dilakukan oleh para ibu, yaitu Sounding ke anak dan mencarikan susu pengganti agar anak tetap sehat dan tidak kekurangan gizi karena sudah tidak menyusu pada bundanya.
sumber: www.afrakids.com
Sebelum baby Haneen genap 2 tahun di bulan September lalu, bundo sudah mencoba untuk memberi kata kata pembukaan tentang berpisah dari nenen ke Haneen. Tapi bayi ini pinter banget. Disela keterbatasan kata kata yang mampu dia luncurkan, pemahaman menyerap kalimat ucapan kita sudah dia dapatkan. Masya Allah.. hebat ya anak anak kita bun. Dia sudah pasang muka manyun kalo bundo mulai singgung singgung masalah menyapih. Dan justru semakin “menggila” menyusunya. Seperti takut kehilangan. Neneeeeeeen terus dimana mana. Adakah bunda yang juga sama mengalaminya? Semakin di sounding semakin nempeeeeel.

      Percobaan peralihan ke susu tambahan baik itu sufor maupun uht juga ga berhasil. Cobain beraneka merk susu , beli gelas beraneka rupa juga ga bisa menarik perhatiannya . Haneen ga mau minum kalo isi gelasnya adalah susu.
Sempet ada saran untuk kasi dot aja biar dedeknya tetep  bisa minum susu. Jadi ga drastis sekali perpindahannya bun. Bertahap kan? Yang penting adek ga nenen langsung lagi ke payudara bunda. Keinginan dia menghisap dialihkan ke dot. Pasti gampang deh nyapihnya.
Hmmm.. tawaran yang menggiurkan. Haneen ga tersiksa sekali, dan bundo bisa agak bebas bergerak sedikit tanpa sedikit sedikit bajunya tersingkap karena nenenin.
Tapiiiii…
Untung dapat kiriman teman artikel  dari dr Annisa Karnadi (www.duniasehat.net) tentang menyapih bayi dan dot. Dhika coba bagikan disini ya ulasan beliau.

Beberapa hari yang lalu saya baca ada artikel tentang tips menyapih, tapi sarannya diberi dot .
Menyapih dengan cinta ini adalah kondisi dimana anak dan ibu mengakhiri proses menyusui dengan penuh keikhlasan, secara perlahan namun pasti dan berakhir bahagia.
Banyak ibu mengeluh gagal melakukan penyapihan dengan cinta karena yang ibu lakukan justru mengingatkan anak tentang indahnya menetek. Banyak ibu selalu bilang ke anak:
“Kakak sekarang udah besar loh, jadi udahan yaa nenennya.”
Wah kalau soundingnya seperti itu dijamin anak akan makin nempel dan getol menetek. Akibatnya keluarga frustasi hingga akhirnya ibu justru memilih jalan pintas melakukan tindakan yang traumatik bagi anak seperti mengoleskan ramuan pahit. Sayang sekali jika manisnya masa menyusui justru diakhiri oleh kepahitan.
Traumatik bagi anak bisa menyebabkan anak sakit dan ibu pun juga akan kesakitan akibat pembengkakan payudara.
Kunci menyapih dengan cinta adalah tidak menawarkan, tidak menolak dan tidak mengingatkan anak untuk menetek. Jika selalu dibicarakan “udahan yaa nenennya” otomatis anak selalu diingatkan untuk menetek. Ucapan ini bagi anak adalah ancaman. Ancaman yang membuatnya merasa tidak aman karena akan kehilangan momen-momen indah menetek.
Bagi anak menetek adalah sumber kepuasan lahir batin (kenyang dan nyaman), jadi mana mau anak stop menetek dengan ancaman kan?
“Breastfeeding is warmth, nutrition and mother’s love all rolled into one.”
Pilih kalimat lain yang lebih positif dan tidak membuat anak ingat kegiatan menetek seperti:
“Faiz udah besar yaa, hebat loh udah bisa ngapa-ngapain sendiri gak dibantu Ummi.”
"Wah, Faiz udah pinter yaa minum pakai gelas.. “
Jadi anak disugesti bahwa dia sudah besar dan jika minum bisa pakai gelas. Ini akan membuatnya berbunga2 dan makin rajin minum pakai gelas supaya dipuji. Jadi caranya WWL:
1. Tidak menawarkan dan tidak menolak ketika anak meminta untuk menetek.
2. Tunda untuk menyusui.
3. Persingkat waktu menyusui.
4. Rubah aktivitas harian.
5. Tawarkan pengganti lain.
Pada waktu yang tepat anak pasti akan tidak menetek kok. Semakin jarang menyusui, payudara akan membuat semakin sedikit ASI. Rasa ASI akan semakin asin sehingga anak tidak suka dan memutuskan tidak mau menetek sendiri. Payudara ibu akan mengalami remodelling kembali ke sebelum hamil. Ibu juga tidak perlu memberikan botol dot untuk menggantikan payudara.

Dengan dot ibu justru menyelesaikan masalah dengan bencana yang lain: ketagihan dot (Dr.Annisa Karnadi )

Wah.. begitu bundo baca artikel ini, langsung deh lupakan dot.. lupakan juga masalah mengganti asi dengan sufor. Kalau anaknya ga mau susu juga ga papa koq. Karena setelah coba baca baca lagi sana sini, ternyata bayi yang disapih tidak harus mendapatkan susu pengganti. Dengan catatan asupan gizinya sudah lengkap. Manfaat susu bisa didapatkan dari bentuk asupan yang lain seperti keju, telur bahkan es krim. Apalagi jika anak masih mau menerima aneka makanan harian yang tersaji dengan baik di rumah seperti nasi sayur dan aneka lauk serta buah buah an.
Nah, jadi bun. Pilihan kalimat sounding ke anak juga harus yang positif ternyata. Rumit ya? Bagi sebagian ibu yang diberi karunia kemudahan dalam menyapih, membaca tulisan ini pasti akan mengatakan rumit sekali hidup mu bun J Tapi, pasti juga ada diluar sana ibu yang ingin mengakhiri masa masa indah menyusui ini dengan selembut mungkin. Ambil saja yang bunda rasa cocok buat bunda ya. Yang ga cocok di skip aja. Disini kan bunda haneen hanya ingin berbagi pengalaman. Dan nanti di menyapih episode 3 bundo akan tunjukkan hasil menyapih haneen yang bundo lakukan dengan belajar dari artikel artikel yang sudah dipaparkan di tulisan menyapih episode 1 dan 2 ini.
Apa ya hasilnya???
Berhasilkah bundo menyapih haneen?
Atau tidak berhasil?
Dimana letak kegagalan nya ya?
Just stay tune bund.

Salam dari Makassar
Ummi nya Farrel Abi Haneen


Tidak ada komentar