Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

MANA JANJIMU

Gambar
Bun....
Katanya kalau kakak pulang sore karena ekskul bunda mau bikinkan masakan spesial.
Mana janjinya bun?

Bun...
Katanya kalau hari sabtu minggu kami boleh ajak jalan jalan ayah bunda kemana aja kami mau. Tapi kenapa ayah ga bisa nemenin kita bun?

Bun...
Katanya hari ini mau beli kaos kaki baru. Koq bunda ga mau anterin kakak ke toko kaos kaki?

Hmmmmm...
Belakangan ini anak anak mulai kritis ke bundanya.
Janji adalah hutang.
Dan rasanya maluuuu banget saat mereka menagih janji janji manisku yang belum tertunaikan.

Benernya pengen jawab begini nih : "Kak, bunda tadi repot banget sama adek. Adeknya ga mau lepas dari bunda. Jadi bunda ga bisa ngapa ngapain deh. Mau masak yang enak enak tapi adek ga ada yang pegang. Dikasi mainan ga mau main sendiri dianya. Gimana dong? Maaf ya kak. Besok bunda buatkan deh masakan enaknya "
》》 note : besoknya lagi ternyata belum sempet masakan request si kakak. Jawabnya begini lagi. Hadeh, emak macam apa aku ini ya (tepokjidat).

Atau jawab be…

MALAM PERTAMA

MALAM PERTAMA
Malam itu adalah malam pertama ku denganmu Memeluk erat tubuhmu Mengatur degup jantung yang masih tak beraturan Menyatukan nafas meski perih masih berlarian di sekujur tubuhku Tapi, entah bagaimana?  Rasa luka itu mampu kau kalahkan hingga aku tak sanggup beranjak darimu Sungguh engkau membuaiku…
Tahu kah kau, sejak subuh tadi gigiku gemeretak ketakutan? Sekujur badanku dingin menjelang pertemuan pertama kita Antara antusias, takut, nervous dan entah apalagi namanya Lalu datang sekumpulan orang-orang berbaju putih menghampiriku Menggiringku ke sebuah ruangan yang dingin dengan begitu banyak peralatan menyilaukan Lantunan dzikir yang tak berujung segera memenuhi ruang batinku..
Aku mati rasa !!! Kakiku bergerak tapi aku tak merasakannya ! Badanku berpindah tempat tapi aku seperti melayang Aku takut..... Tapi bagaimana mungkin aku bisa melarikan diri dari ruangan ini ????
Kembali kutepis gundahku dengan lafaz suciNYA Lantas tenggorokanku tercekat sedemikian perih Mataku me…